Perjalanan Perumusan Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda
Sejarah
Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Mohammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga.[6] Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[7]
Rumusan final untuk ketiga keputusan Sumpah Pemuda ditulis dalam ejaan van Ophuijsen sebagai berikut.
Bunyi ketiga keputusan kongres dalam Ejaan Bahasa Indonesia (ejaan terbaru yang disempurnakan dan digunakan dimasa kini):
Kongres pemuda
Kongres kedua ini diselenggarakan selama dua hari. Ketua Kongres Pemuda II dipimpin oleh Sugondo Joyopuspito (PPPI) dan wakilnya Joko Marsaid (Jong Java). Kongres pemuda hari pertama diselenggarakan di gedung Katholikee Jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katolik). Hari kedua di gedung Oost Java (sekarang di Medan Merdeka Utara Nomor 14).
Ada pun tujuan kongres pemuda II (yang kemudian dikenal dengan tujuan Sumpah Pemuda) sebagai berikut
- 1. Melahirkan cita cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia
- 2. Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia
- 3. Memperkuat kesadaran kebangsaan indonesia dan memperteguh persatuan Indonesia
Rapat ketiga di gedung Susunan Panitia Kongres Pemuda II adalah:
- Ketua: Sugondo Joyopuspito (PPPI)
- Wakil ketua: Joko Marsaid (alias Tirtodiningrat) (Jong Java)
- Sekretaris: Muhammad Yamin (Jong Sumateranen Bond)
- Bendahara: Amir syarifuddin (Jong Bataks Bond)
- Pembantu I: Djohan Mohammad Tjai (Jong Islaminten Bond)
- Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
- Pembantu III: Senduk (Jong Celebes)
- Pembantu IV: Johanes Leimana (Jong Ambon)
- Pembantu V: Rochjani Soe'oed (Pemuda Kaoem Betawi)
Fenomena yang terjadi
Dampak negatif dari perumusan Sumpah Pemuda bisa muncul jika nilai-nilai luhur dalam sumpah tersebut tidak dipahami dengan baik oleh masyarakat, yang bisa menyebabkan salah paham, konflik ideologi, fanatisme nasionalistik berlebihan, dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas; masalah ini bukan berasal dari Sumpah Pemuda itu sendiri, melainkan dari cara orang mengartikan dan menerapkannya.
Pendapat
Dokumentasi
Pesan utama dalam perumusan Sumpah Pemuda adalah semangat persatuan di antara pemuda dari berbagai suku, agama, dan daerah di Indonesia untuk bersatu sebagai satu bangsa dengan satu tanah air dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Pesannya adalah pentingnya mengesampingkan perbedaan kedaerahan demi membangun identitas nasional yang kuat serta menegaskan tekad untuk meraih kemerdekaan dan menjaga persatuan. Sumpah Pemuda juga mengajarkan nilai toleransi, cinta tanah air, dan kerjasama dalam keberagaman, sehingga menjadi fondasi penting bagi perjuangan bangsa dan pembangunan masa depan Indonesia.
Oke sebagai pemuda sudah saatnya bersemangat
BalasHapus